Senin, 27 Desember 2010

Kota Padangsidimpuan

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Warga di Kota Padangsidimpuan saat ini mulai resah.Penyebabnya sampai saat ini kelangkaan minyak tanah (minah) masih saja terjadi.

Ijah,29,warga Jalan Sutombol,Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan mengatakan, kelangkaanminahitusudahterjadi sejak sebulan yang lalu.Hingga saat ini minah masih sulit untuk di dapatkan. ”Kalaupun ada stoknya sangat sedikit,sedangkan masyarakat yang membutuhkan banyak,” ujar perempuan anak tiga tersebut kepada SINDO ketika ditemui kemarin. Dia merasa bingung karena untuk memasak menjadi sulit.Padahal selama ini kebutuhan bahan bakar itu sangat penting. ”Saya berharap pemerintah untuk dapat menstabilkan penjualan minah, karena warga sangat kesulitan untuk mendapatkannya,”ujarnya. Selain sulit untuk memasak sehari-hari,warga juga terancam tidak bisa membuat usaha dagangannya. Ijah selama ini dikenal sebagai pedagang kue itu.

Dia menjelaskan, jika ingin memasak kue, terpaksa harus mencari kesanakemari mendapatkan minah. Sementara itu, Sopi Harahap, 31,warga Jalan Imam Bonjol juga mengaku sangat kesulitan untuk mendapatkan minah. Selain langka, hargayapun melonjak dari yang biasanya.Kenaikan harga itu sudah dirasakannya sebelum perayaan Natal.”Yang paling terasa kenaikan harga minah ketika mau menyambut perayaan Natal. Harga minah mencapai Rp8.000,”ungkapnya. Harga bahan bakar tersebut di Kota Padangsidimpuan tidak ada yang sama.Antara penjual minah yang satu dengan lainnya membuat harga yang berbeda.

”Terkadang harga minah Rp7.000,tapi ada juga yang jual Rp8.000,”tegasnya. Terpisah, Nelly Siregar salah se-orang pemilik pangkalan minah di Kecamatan Angkola Julu kota Padangsidimpuan justru mengaku tidak ada kenaikan harga dari pangkalan.Nelly juga menegaskan selama ini juga tidak ada kelangkaan minah.Selama ini pasokan yang masuk ke pangkalan selalu rutin. ”Saya juga bingung,kenapa masyarakat mengaku langka,padahal minah selalu masuk,”ujarnya. Namun diakuinya banyaknya para pedagang eceran saat ini membuat penyaluran minah tidak terkendali.Para pengecer ini tidak diketahui arah penyaluran ke mana.

”Kalau dari pangkalan tidak ada masalah, karena jatah minah untuk daerah masing-masing tetap masuk,”ujarnya.Sementara harga dipangkalan masih sesuai harga standar dibawah Rp4.000. Dari DPRD Padangsidimpuan, Wakil Ketua Komisi II Khoiruddin Nasution mendesak pemerintah untuk segera melakukan peninjauan pasar.Jika pemerintah tidak segera meninjau, maka dikhawatirkan akan banyak terjadi penyeludupan. Dia juga berharap kepada para pedagang agar mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan lainnya.