Kamis, 07 November 2013

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Siti Hartati Murdaya dan mantan Bupati Buol, Amran Batalipu sebagai saksi untuk terdakwa mantan Direktur PT Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Dalam kesaksiannya, Hartati mengklaim tidak tahu menahu soal duit Rp 3 miliar yang diberikan ke Amran. Tapi Hartati mengaku pernah diminta sumbangan oleh Amran saat bertemu di lobi Grand Hyatt, Jakarta.

"Pak Amran mengatakan ibu bantu saya sumbangan. Disitu beliau mengatakan Rp 3 miliar," kata Hartati di hadapan majelis hakim.

Terkait sumbangan itu, Hartati mengaku menyanggupi. Namun, dirinya justru memberikan syarat yakni agar membantu membereskan berhentinya aktivitas PT Hardaya Inti Platation di Buol karena demonstrasi warga.  "Saya jawab barter dong Pak," tegas Hartati.

Namun dia berdalih tidak serius berbicara soal duit yang diminta Amran itu.

"Saya kan merasa terpojok, gugup. Kalausaya menolak terang-terangan urusan di pabrik akan jadi lebih parah," ujarnya.

Dalam dakwaan Totok, jaksa menyebut anak buah Hartati itu terlibat dalam suap dengan total Rp 3 miliar untuk Amran. Tujuannya agar Amran menerbitkan IUP dan HGU tanah 4.500 hektar atas nama PT Cipta Cakra Murdaya (CCM).

Dalam perkara ini, Hartati divonis 2 tahun 8 bulan penjara di PN Tipikor. Sedangkan Amran dihukum 7 tahun 6 bulan penjara.

Selasa, 01 Oktober 2013

Kedigdayaan Apple

Kedigdayaan Apple berlanjut. Perusahaan besutan Steve Jobs itu dinobatkan sebagai perusahaan dengan produk terbaik tahun ini yang dikeluarkan InterBrand.

Performa Apple itu menyingkirkan perusahaan minuman ringan dunia, Coca-Cola yang menyandang gelar terbaik tahun lalu. Coca-Cola kini menduduki peringkat tiga.

Dilansir New York Times, Selasa 1 Oktober, keberhasilan Apple menduduki peringkat pertama itu juga menjadi kekalahan pertama Coca-Cola sebagai perusahaan dengan produk terbaik secara global.

"Ini hanya soal waktu. Tahun ini rajanya adalah Apple," ujar Jez Frampton, Kepala Eksekutif Global Interbrand.

Tahun lalu, Apple menempel ketat Coca-Cola, padahal pada tahun 2011 silam, Apple masih berada di posisi ke delapan.

Laporan Best Global Brand itu memperkirakan, nilai merek produk Apple mencapai US$98,3 miliar setara Rp1.300 triliun. Angka itu naik 28 persen dari laporan yang sama tahun lalu. Sementara, meski kalah dari Apple, nilai produk Coca-Cola juga meningkat dua persen jadi US$79,2 miliar, setara Rp910 triliun.

"Meski Coca-Cola perusahaan yang efisien, pemasarannya berkembang, tapi Apple dan merek perusahaan teknologi lain telah menjelma jadi merek-merek yang sangat ramai di komunitas pemasaran," ujar Framton memberi alasan.

Terbukti pada daftar 10 besar peringkat perusahaan terbaik tahun ini, di luar Apple, bercokol lima perusahaan teknologi, yakni Google (peringkat 2), IBM (4), Samsung (8), dan Intel (9).

"Brand seperti Apple, Google dan Samsung, benar-benar mengubah perilaku kita sehari-hari, bagaimana kita membeli, berkomunikasi sampai berbicara satu sama lain," dia menambahkan.

Mengomentari kekalahan itu, Coca-Cola yang telah jadi juara bertahan selama 13 tahun mengakuinya.

"Kami merasa terhormat dimasukkan dalam perusahaan merek terbaik global. Kami mengucapkan selamat kepada Apple dan Google, yang lebih baik dari kami," ujar Joseph V Tripodi, Wakil Presiden Eksekutif, Kepala Pemasaran dan Kepala Kepemimpinan Komersil Coca-Cola.

Menurutnya, nilai merek produk teknologi telah meningkat pesat karena sukses menciptakan cara baru berkomunikasi secara virtual.

BlackBerry Terdepak

Tapi ada yang menarik. Di peringkat berapa Facebook, Blackberry maupun Nokia?

Ternyata Facebook menduduki peringkat 52, naik 17 peringkat dibandingkan 2012. Sesuai kinerja bisnisnya, Nokia terjun ke posisi 57 dari posisi 19 dari tahun sebelumnya.

Dan, BlackBerry semakin suram. Setelah anjlok ke posisi 93 tahun lalu dari posisi 56 pada 2011, tahun ini perusahaan Kanada itu hilang dari daftar 100 perusahaan terbaik.